DONGENG MALAM

 

Di lampu merah

Kuinjak rem dengan ramah

Lalu:

Di seberang jalan

Perempuan bersiul pelan

 

Asap putih keluar dari rona bibir merah

 

Di jendela sopir ia bisikkan kata:

“Aku sedang menjajakan realita;

Yang luput dari berita

Meski slalu jadi bahan cerita.”

 

“Daganganku adalah derita;

Meski dengan kerlingan mata

Kusajikan menu hambar rasa

Karna yang kujajakan bukan cinta!”

 

Di remang listrik warna rona

Memang cinta tiada serta

Yang ada derita neraka-jiwa

Kepuasan hanya fatamorgana

 

Bandung, 8-9 April 2010

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: